Text
Spiritualitas sastra Indonesia: Corong suara kenabian di tengah.., c.1-4
Seorang sastrawan tak ubahnya seorang nabi yang harus menyuarakan kebenaran. Ia harus mampu menggugah batin pembaca untuk berefleksi dan berempati, bahkan—jika mungkin—bertindak secara kritis menyikapi ketidakberesan dan ketidakadilan yang terjadi di sekitar. Menurut Y.B. Mangunwijaya (1929–1999), “Semua sastra yang baik selalu religius.” Sastra yang religius bukanlah yang berbicara mengenai kaidah atau ajaran agama, melainkan yang mencerminkan religiositas pengarangnya.
| 240702617 | 809.3 HOE s.1 | Z. HANDIMAN | Available |
| 240702618 | 809.3 HOE s.2 | Z. HANDIMAN | Available |
| 240702619 | 809.3 HOE s.3 | Moriah Foundation | Available |
| 240702620 | 809.3 HOE s.4 | Moriah Foundation | Available |
No other version available